Tak Ada Rasa



Kabut pagi menyelimuti hatinya
Bias cahaya pagi tak mampu menerangi kemelut di relung hatinya
Hangatnya mentari pagi tak jua mampu menenangkan gelombang kegundahan hatinya
Suara adzan tlah beranjak pergi ...berganti deru kendaraan silih berganti

Namun, perempuan separuh baya itu tak juga beranjak dari teras masjid
hatinya luka
bibirnya bergetar menahan kepedihan
air matanya terus menetes satu persatu
kedua tangannya bersimpuh menutup kedua matanya yang sembab
kakinya tak berdaya menopang tubuh tuanya tuk melangkah

Subhanalloh ..
di pagi berkabut ini
tlah datang kepedihan di hati perempuan paruh baya ini?

Apa yang membuatnya terluka?
mengapa ia tersedu seorang diri?

Belum sempat kusapa namanya,
tubuh tua itu luruh jatuh terjerembab dalam posisi sujud menghadap kiblat
darah menetes disela bibirnya
dadanya tersenggal menahan nafasnya yang mulai pergerak perlahan

Nasibmu .. perempuan tua paruh baya yang tak kukenal itu pergi meninggalkan jejak nafas terakhirnya
disela tangisan terakhirnya sebelum ajal menjemput
ia sempat berucap dua kalimat syahadat ..
tubuh itu pun mengejang kaku dan akhirnya terdiam

Inilah potret derita kemiskinan rakyat yang tak mampu menopang kehidupannya di hari tua
hidup tak lagi menjadi gairah
mati pun terkapar sia-sia tak jelas identitasnya

dan
aku pun beranjak pergi menatap pilu
dan membiarkan ibu tua itu diurus oleh petugas masjid
kedatangan perempuan tua itu membuka mata semua umat
betapa hidup itu perlu saling mengasihi
di mana masih banyak saudara kita yang sengsara
sementara pejabat negeri kian menyengsarakan rakyatnya sendiri

fenomena ini akan terus terulang menjadi bab episode kehidupan
yang menggoreskan garis antara si miskin dan si kaya
hingga tak ada rasa diantara kita
mengenang jasad ibu tua itu hatiku telah mencatat satu lagi pelajaran hidup
tak ada rasa membuat mata hati kita menjadi kelu
tak ada rasa membuat batin kita menjadi abu-abu
tak ada rasa membuat diri kita menjadi seonggok debu

 ( Eni Setiati )
[Kenangan pada sebuah perjalanan Ramadhan 2010]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hapuslah..buanglah...

Langkah si Penuntut Ilmu

Rindu