Kupanggil Namamu


Sambil menyebrangi sepi
Ku panggil namamu,wanitaku

Angin pemberontakan
menyerang langit dan bumi
dan dua belas ekor serigala
muncul dari masa silam
merobek hati yang terluka

Seribu Jari dari masa silam
menuding kepadaku

Keheningan sesudah itu
sebagai telaga besar yang beku
dan aku pun beku di tepinya
wajahku,lihatlah wajahku
tercerca di keheningan
berdarah dan luka-luka
di cakar masa silamku



sumber: pengkajian puisi




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hapuslah..buanglah...

Langkah si Penuntut Ilmu

Rindu